wisata jogja terhits wisata jogja terbaru 2019

Ini dia 7 Tempat Wisata di Jogja, Membuat Kamu balik lagi.

Hai Sahabat artikelkerenidn.com kali ini Kita akan Explore salah satu Kota Terkenal di Indonesia dengan Destinasi Wisatanya yaitu Jogja yuk kepoin apa aja 7 tempat wisata di jogja.

Yogyakarta memang selalu ngangenin. Budaya dan kulinernya senantiasa bikin rindu. Keramahan para masyarakatnya menjadikan daerah ini semakin istimewa. Tak hanya itu, Jogja juga menyuguhkan berbagai pesona yang bisa dinikmati semua umur dan kalangan. Ingin relaksasi dan kembali ke alam, atau berkreasi di wisata kekinian? Jogja punya semua. Terlebih kini Yogyakarta International Airport sudah beroperasi dan siap mempermudahmu dalam menjelajahi Kota Gudeg. Pada April 2020, bandara baru ini sudah siap melayani penerbangan internasional.


Tak ada kata “membosankan” saat berbicara tentang liburan di Jogja. Daerah istimewa ini seperti selalu punya tempat baru yang menggoda untuk dijelajahi dan disaksikan sendiri keindahannya. Punya rencana berkunjung dalam waktu dekat? Pastikan kamu menyempatkan diri untuk singgah di tempat-tempat berikut ini:

1. Bukit Panguk Kediwung, Tempat Berburu Sunrise Di Atas Awan

Menikmati sunrise dengan udara segar tentu pengalaman yang sangat menyenangkan dan menarik untuk dicoba. Di Yogyakarta, salah satu daerah yang banyak menawarkan tempat wisata sunrise di dataran tinggi, adalah area perbukitan Kecamatan Dlingo yang berada di Kabupaten Bantul.

7 tempat wisata di jogja
penginapan dekat bukit panguk kediwung 
jurang tembelan

ketinggian bukit panguk kediwung

kebun buah mangunan

bukit mojo gumelem

bukit lintang sewu

hutan pinus mangunan

puncak becici
Foto Diambil dari Garasi Jogja

Ada banyak destinasi menarik di Kecamatan Dlingo, salah satu diantaranya Bukit Panguk Kediwung. Objek ini memang relatif baru, jadi munkgin masih rada asing di telinga masyarakat di luar Jogya. Bukit Panguk Kediwung ini lokasinya tidak jauh dari Kebun Buah Mangunan yang telah lebih dahulu populer sebagai objek wisata di Bantul.

Bukit Panguk Kediwung mulai dibuka untuk umum pada bulan mei 2016. Oleh karena itu, Bukit Panguk Kediwung belum sepopuler destinasi lain di sekitarnya, misalnya Kebun Buah Mangunan, Hutan Pinus Mangunan, dan Puncak Becici.

Menu andalan di Bukti Panguk Kediwung adalah menikmati keindahan sunrise di atas awan. Sunrise ini bisa terlihat jelas, karena Bukit Panguk Kediwung yang menghadap ke timur.

7 tempat wisata di jogja
jogja awan kediwung dlingo bantul yogyakarta  stock footage jogja update tempat wisata alam mangunan dlingo
Foto Diambil Dari Harianpost

Waktu terbaik untuk bisa menikmati sunrise di Bukit Panguk Kediwung adalah pada jam 05.00 pagi. Untuk bulannya, bulan terbaik untuk mengunjunginya adalah pada bulan bulan musim kemarau. Jika terpaksa harus berkunjung bertepatan dengan bulan musim hujan, paling tidak pilihlah hari dimana sehari sebelumnya tidak ada hujan.

Lokasi Bukit Panguk Kediwung

Lokasi Bukit Panguk kediwung berada di dusun Kediwung, Kelurahan Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bukit Panguk Kediwung tidak seberapa jauh dari Kebun Buah Mangunan. Untuk sampai di Bukit Panguk Kediwung tidaklah sulit, karena sudah terdapat papan petunjuk yang sangat jelas. Beberapa waktu lalu, Jalan menuju Bukit Panguk Kediwung juga sudah di aspal. Jadi saat ini kondisinya bagus tanpa lobang.

Rute Menuju Bukit Penguk Kediwung

Sampai saat ini, untuk mengunjungi Bukit Panguk Kediwung baru hanya bisa menggunakan kendaraan pribadi saja. Baik itu berupa mobil ataupun sepeda motor. Kendaraan besar seperti bus belum dapat mengakses Bukit Panguk Kediwung.

Untuk mempermudah perjalanan, dari pusat kota Jogja sebaiknya menuju ke terminal Giwangan dahulu. Selanjutnya menuju arah selatan mengikuti jalur Imogiri timur, mengikuti jalan yang menuju jalur kompleks makam raja-raja Imogiri. Sebelum tiba di makam raja-raja, ada pertigaan yang memiliki petunjuk arah ke Kebun Buah Mangunan atau hutan Pinus. Ikuti tanda petunjuk jalan itu.

Selain itu, bisa juga menuju pasar Imogiri. Kemudian ambil belok kiri untuk menuju ke Mangunan. Di sepanjang jalan itu, banyak sekali petunjuk arah ke Kebun Buah Mangunan, sehingga cukup mengikuti saja agar tidak salah alamat. Setiba di Kebun Buah Mangunan, maka Bukit Panguk sudah dekat. Jaraknya hanya sekitar 2 km dari Kebun buah Mangunan ini.

Harga Tiket dan Parkir Bukit Panguk Kediwung

Harga tiket Bukit Panguk Kediwung ini cukup murah dan terjangkau bagi semua kalangan. Harga tiket Bukit Panguk Kediwung sebesar Rp 2.500,00 per orang.

Untuk yang menggunakan kendaraan pribadi berupa mobil dikenai biaya parkir sebesar Rp 5.000,00 sedangkan untuk sepeda motor Rp 2.000,00.

Harga tiket ini tidak termasuk pungutan untuk mengguankan fasilitas spot foto. Untuk beberapa spot foto dikenakan tarif Rp 3.000,00 per spot per orang. Untuk setiap spot foto dapat digunakan maksimal oleh 3 orang secara bersamaan.

Tips Berkunjung ke Bukit Panguk Kediwung

  • Sebaiknya datang pada pagi hari, dan pastikan cuaca sedang cerah. Jika ramalan cuaca mengatakan akan hujan, sebaiknya batalkan kunjungan ke sini.
  • Persiapkan kamera dan powerbank, karena akan ada sangat banyak kesempatan mengambil foto-foto indah di Bukit Panguk Kediwung.
  • Kenakan pakaian yang membuat kamu nyaman, dan alas kaki yang memadai. Dan terpenting siapkan pakaian yang menjaga tubuh tetap hangat.
  • Jangan menggunakan sepatu hak tinggi maupun celana pendek, karena suhu udara di tempat ini benar-benar dingin.
  • Jangan buang sampah sembarangan, maupun merusak lokasi sekitar. Jadilah wisatawan terpelajar yang menghormati alam.

2. Pintu Langit Dahromo

Berada di deretan bukit-bukit yang membentang indah di tenggara Bantul, Bukit Dahromo ikut meramaikan wisata di Mangunan. Meskipun menawarkan pemandangan yang serupa dengan wisata lain disekitar Mangunan namun Wisata Pintu Langit Dahromo ini sangat patut Anda kunjungi, karena selain memiliki pemandangan yang indah disini juga memiliki spot selfie yang unik. Panorama yang berada di kawasan ini cukup mainstream dengan menjual pemandangan deretan pegunungan sewu sebelah selatan dengan lanskap kota Jogja yang menawan.

bukit lintang sewu
harga tiket masuk pintu langit ledug, prigen

menu pintu langit

ngopi bareng pintu langit
puncak becici
pinus pengger
raisa di pintu langit
kondisi pintu langi
Foto Diambil Dari Jogjaupdate.com

Menariknya lagi dikawasan ini sangat terkenal dengan spot selfienya yang berupa sebuah pintu. Pintu langit merupakan lokasi gardu pandang di ketinggian yang memberi Anda keleluasaan untuk menikmati panorama indah pegunungan Sewu dan landskap dari kota Jogja yang menghampar. Melihat pintu tersebut, seakan Anda diajak untuk memasuki pintu yang akan tembus ke langit. Apalagi ditambah dengan terbitnya fajar yang mengagumkan.

menu pintu langit
harga tiket masuk pintu langit ledug, prigen
ngopi bareng pintu langit
Foto Diambil Dari backpackerjakarta

Sebenarnya Anda bisa datang kapan saja untuk berfoto di sana. Entah pagi, siang ataupun malam hari yang berkilauan cahaya kota. Namun memang waktu terbaik untuk mengunjungi pintu langit adalah saat terbitnya matahari di pagi hari. Selain spot foto Pintu Langit, masih ada beberapa spot foto lain yang bisa Anda coba. Ada spot berbentuk rumah berwarna putih dengan beberapa tanaman. Ada juga spot berbentuk jendela yang digantungkan ke ranting-ranting kayu, sayap capung dan masih banyak lainnya.

Bagi Anda yang ingin menikmati foto dengan spot Pintu Langit, cukup membayar tiket masuk yang relatif terjangkau. Harga tiket masuk Pintu Langit Dahromo ini hanya Rp 5.000/orang dan biaya parkir Rp 2.000/motor.

3. Wisata Jogja Malioboro

Siapa yang tidak pernah mendengar tentang destinasi wisata jogja Malioboro ? Paket wisata Jogja ke Malioboro sangat sayang bila dilewatkan. Nama Malioboro sendiri, diambil dari nama salah seorang tentara kolonial Inggris  bernama Marlborough, yang pernah bertugas di Jogja sekitar tahun 1811 hingga 1816. Pada masa Kolonial Hindia-Belanda di abad 19, mereka membangun kawasan Malioboro sebagai pusat kota Jogja. Malioboro tumbuh menjadi pusat aktivitas perekonomian dan pemerintahan.

Secara simbolis, Malioboro juga dimaksudkan untuk menyaingi kekuasaan Keraton serta kemegahan Istana Keraton yang mendominasi sekitar kawasan tersebut. Untuk mendukung terwujudnya tujuan Kolonial Belanda Menyaingi Keraton, maka selanjutnya pemerintahan Kolonial Belanda membangun Benteng Vredeburg, Istana Kepresidenan, Pasar Beringharjo, Hotel Garuda, dan kawasan pertokoan di sekitar Malioboro juga dibangun oleh Kolonial Belanda sebagai pusat perekonomian.

Bangunan-bangunan kuno bersejarah yang masih tegak berdiri di sekitar kawasan Malioboro merupakan saksi bisu perkembangan kota, dan saksi bagi perjalanan kehidupan masyarakat Yogyakarta seiring bergantinya masa.

Kawasan Malioboro menyajikan aktivitas belanja di pertokoan hingga tradisional di atas trotoar. Banyak pedagang di sepanjang kawasan Malioboro yang menjual beragam barang souvenir yang dapat dijadikan oleh-oleh. Harga yang ditawarkan pun beragam, semakin pandai pembeli menawar maka semakin murah harga yang didapatkan. Berbagai pernak-pernik dan kerajinan yang mudah ditemukan di Malioboro seperti barang yang berbahan perak, kayu, kulit, kain batik, aneka gerabah dan sebagainya.

malioboro jogja malam hari
malioboro jogja mall
malioboro jogja hari ini
Foto Diambil Dari Indozone.id

Tersedia pula bangku-bangku di sepanjang trotoar dan dapat dipergunakan pengunjung yang lelah berjalan kaki maupun berhenti sejenak untuk menikmati makanan ringan dan minuman. Di sekitar kawasan Malioboro juga terdapat banyak pengemudi becak dan delman, sehingga wisatawan dapat menyewa dan merasakan sensasi naik delman berkelling Malioboro bersama keluarga, teman-teman maupun berdua dengan pasangan. Aktivitas wisatawan di Malioboro akan semakin ramai saat malam minggu.

malioboro jogja malam hari
malioboro jogja mall
malioboro jogja hari ini
Foto Diambil Dari sweetrip.id

Obyek wisata Jogja yang satu ini merupakan salah satu ikon yang sudah tersohor bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Malioboro adalah kawasan perbelanjaan legendaris dan telah menjadi kebanggaan bagi masyarakat kota Yogyakarta. Menapakkan kaki di Jogja jangan sampai lupa untuk menyempatkan diri menjelajahi Malioboro. Dengan memilih paket wisata Jogja  , maka perjalanan wisata Kamu selama di Jogja semakin terasa menyenangkan.

Harga Tiket Masuk dan Parkir di Jalan Malioboro

Pengujung dengan paket tour Jogja ke Malioboro tak dikenakan biaya tiket masuk alias gratis. Namun bila membawa kendaraan bermotor sendiri, harus membayar biaya parkir yakni Rp 5.000 untuk mobil. Sedangkan biaya parkir motor yakni Rp 2.000. Area parkir di Jalan Malioboro berada diujung utara Malioboro (Sentra-Parking  Abu Bakar Ali).

Lokasi dan Rute Malioboro

Rute untuk menuju Malioboro merupakan rute obyek wisata yang paling mudah dijangkau para wisatawan. Wisatawan yang berkunjung ke wisata jogja Malioboro dapat mulai berjalan kaki dari Stasiun Tugu. Selain itu, apabila ingin rute Malioboro yang lebih mudah, disarankan menginap di penginapan atau hotel di sekitar area Malioboro. Banyak berdiri penginapan atau hotel di sekitar Malioboro mulai dari yang kelas melati hingga bintang lima.

Fasilitas Jalan Malioboro

Fasilitas di sekitar Malioboro yang dapat ditemukan wisatawan dengan paket tour Jogja sangat lengkap. Berikut diantaranya adalah :

  1. Tempat Sampah
  2. Toilet Umum
  3. Trotoar yang teratur untuk pejalan kaki
  4. Tempat Duduk
  5. Taman
  6. Pedagang ala Kaki Lima
  7. Pertokoan di sepanjang Malioboro
  8. Mall Malioboro.
  9. Papan informasi Malioboro
  10. Pemandu atau polisi wisata

4. Air Terjun Gedad

Air Terjun Gedad Playen Gunungkidul – ada satu lagi nih wisata baru di Gunungkidul namanya wisata ATG. Tak mau kalah dengan Bantul yang punya Hutan Pinus Asri dan Sleman yang punya The Lost World Castle, Gunungkidul juga punya wisata baru yang lagi ngehits. Wisata baru ini bernama ATG yang masih hangat dan belum banyak yang tahu.

ATG sendiri merupakan singkatan dari Air Terjun Gedad. Air terjun ini menjadi salah satu Air terjun yang cukup indah di Gunungkidul dan wajib dikunjungi oleh para traveler. terutama bagi yang suka tempat nongki kekinian.

wisata air terjun gedad kabupaten gunungkidul daerah istimewa yogyakarta
jembatan gantung pantai timang
Foto Diambil dari Kompas.com

Alamat Air terjun Gedad ini berada di Dusun Gedad Banyusoco Playen Gunungkidul. Jadi memang dinamai Air terjun gedad (Gedad lho ya bukan Gendad :D) karena sesuai dengan nama dusunnya. Penataan wisata air terjun gedad ini mirip dengan Taman Sungai Mudal di Kulon Progo.

wisata air terjun gedad kabupaten gunungkidul daerah istimewa yogyakarta
jembatan gantung pantai timang
Foto Diambil dari KSMTour

meski demikian, air terjun ini juga punya ciri khas tersendiri. ketinggian Air Terjun Gedad hanya sekitar 10-15 meter saja, namun dindingnya cukup lebar dan berpunuk-punuk, sehingga aliran airnya terlihat sangat artistik. Lokasi Air Terjun Gedad ini memang baru saja diresmikan sebagai objek wisata dan belum banyak yang tahu.

Keindahan Air Terjun Gedad

Seperti yang sudah disinggung di atas tadi, air terjun ini memuiliki dinding yang berpunuk punuk sehingga aliran airnya bisa putih berbuih. Kolamnya bisa untuk mandi atau ceciblon. Selain itu di depan air terjun juga dibuat dek khusus untuk yang senang foto selfie. Suasana di wisata ATG ini memang masih sangat asri, dan cocok bagi yang suka dengan fotografi.

Lokasi Air terjun Gedad

Wisata baru di Playen ini terletak di Dusun gedad desa Banyusoco Kecamatan Playen kabupaten Gunungkidul. Letaknya sekitar 50 km dari pusat Kota Jogja dengan jarak tempuh sekitar 2 jam perjalanan. Lokasinya berada di sebelah selatan Air terjun Srigethuk sehingga bisa menjadi altenatif atau wisata penunjang di wilayah Srigethuk. Untuk lebih jelasnya, silakan lihat lokasi Air Terjun Gedad di GPS berikut ini (Alamat GPS Air Terjun Gedad).

Harga Tiket Masuk Air Terjun Gedad

Karena baru saja dibuka, HTM Air terjun Gedad ini masih gratis. pengunjung cukup membayar baiaya parkir motor saja sebesar Rp. 2.000. fasilitas yang ada di wisata ATG ini memang belum begitu memadai, wajar saja karena masih dalam proses awal pembangunan. Tapi yang jelas potensi wisata ini sangat bagus untuk dikembangkan.

5. The Lost World Castle

The Lost World Castle menawarkan keindahan berupa bangunan mirip Benteng Takeshi. Wahana-wahana di sini memanfaatkan batu sisa erupsi Merapi sebagai bahan bakunya. Saat kabut turun, suasana jadi makin menarik untuk latar foto.

The Lost World Castle merupakan  tempat wisata di kawasan lereng gunung Merapi. The Lost World Castle dengan cepat menjadi populer sebagai wisata hits di Yogyakarta, meskipun berada di kawasan rawan bencana alam gunung Merapi.

the lost world castle merapi
the lost world castle petung kepuharjo kabupaten sleman daerah istimewa yogyakarta 

the lost world castle jogja 2020
Foto Diambil dari Visitingjogja

Kenyataan bahwa lokasi ini berada di area bencana, tidak mengurangi popularitas lokasi ini. Bahkan dengan pemanfaatan bebatuan sisa erupsi Merapi, lokasi ini menjadi punya keunikan tersendiri.

The Lost World Castle, Reinkarnasi Spirit Dari Lahar Merapi 
harga tiket the lost world castle jogja 2019

the lost world castle ditutup
wahana the lost world castle
alamat the lost world castle jogja
kondisi jalan ke the lost world castle
paket wisata the lost world castle
deskripsi the lost world castle
review the lost world castle
Foto Diambil dari Kartanesia

The Lost World Castle memang terkesan menyeramkan. Ini bukan nama yang sekedar dipilih dengan ngasal, namun memang ditujukan untuk mengenang peristiwa kelam.

Nama Castle berasal dari bentuk dan arsitekturnya yang unik yaitu berbentuk kastil mirip dengan Benteng Takeshi. Nama lost world, karena bangunan bentuk kastil ini dibangun di atas lokasi sebuah desa Kuharjo yang sudah musnah hilang tersapu letusan gunung merapi

Lokasi The Lost World Castle

Lokasi The Lost World Castle berada di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman. Lokasi wisata instagramable ini berjarak 29 km dari pusat kota dan berada tepat di lereng Gunung Merapi

Rute Menuju The Lost World Castle

Untuk mencapai lokasi The Lost World Castle ini, pengunjung bisa naik kendaraan umum seperti bis dan angkot. Tetapi akan lebih leluasa jika membawa kendaraan pribadi seperti motor yang lebih lincah dan cepat.

Walaupun jauh, rute menuju The Lost World Castle sederhana saja. Dari mana saja di Yogyakarta, pengunjung cukup menuju Jalan Kaliurang dan terus berjalan ke arah Utara ke arah Gunung Merapi.

Dari Jalan Kaliurang, dilanjutkan dengan  mengikuti petunjuk untuk menuju Kaliadem. Setelah itu bisa melanjutkan perjalanan melalui Jalan Bebeng sampai ke kopi merapi. Setelah melewati Kopi Merapi, perjalanan dilanjutkan ke arah Timur. Tidak lama, bangunan berbentuk benteng ini akan terlihat dari kejauhan.

Tiket The Lost World Castle

Harga tiket masuk The Lost World Castle adalah Rp 25 ribu per orang.

Tips Mengunjungi The Lost World Castle

  • Waktu yang tepat untuk mendatangi tempat ini adalah pada pagi atau sore hari.
  • Kenakan alas kaki dan pakaian yang nyaman.
  • Jangan lupa membawa bekal
  • Bawa peralatan kamera, minimal powerbank.

6. Watu Goyang Mangunan

Di Daerah Istimewa banyak sekali tempat wisata yang indah dan menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara. Salah satu destinasi wisata yang sempurna untuk melihat keindahal alam Yogyakarta dari ketinggian berada di Kabupaten Bantul. Di Kabupaten Bantul ini terdapat destinasi wisata yang bernama Watu Goyang.

watu goyang mangunan jogja
pinus mangunanimogirimangunan dlingo bantultaman bungatempat wisata watugardu pandangbuah mangunanhutan pinus
Foto Diambil dari Alodia

Watu Goyang ini berasal dari Bahasa Jawa yang berarti Batu yang bergoyang. Dulunya di tempat ini terdapat batu yang berada di puncak yang bias bergoyang ketika disentuh maupun didorong. Batu tersebut sudah ada sejak ratuhan tahun yang lalu. Para pengelola menjelaskan bahwa Watu Goyang ini tidak pernah roboh walaupun disetuh bahkan di panjat, tetapi pihak pengelola melarang kesar untuk pengunjung yang mencoba menaiki Watu Goyang tersebut karena akan sangat berbahaya bagi keselamatan. Keunikan dari batu raksasa itu adalah stukturnya yang memuat tonjolan-tonjolan yang unik.

Ini dia 7 Tempat Wisata di Jogja, Membuat Kamu balik lagi.

Pemandangan alam yang masih hijau dan gunung merapi terlihat sangat alami, sangat cocok bagi para pengunjung untuk menghilangkan rasa bosan dengan aktivitas sehari-hari di perkotaan. Berada di puncak ini pengunjung akan merasakan sejuknya suhu udara, terutama pada pagi hari. Dan ketika di siang hari, meskipun cuaca sedang panas, maka hembusan angin yang menyapa terasa segar dan nyaman.

Jika pengunjung datang ke Watu Goyang pada pagi hari bisa melihat kabut seperti negeri di atas awan, namun sayangnya pengunjung tidak dapat melihat dengan sempurna sunrise yang indah. Kemudian apabila pengunjung ke Watu Goyang pada sore hari akan dimanjakan dengan pemandangan lukisan yang sungguh luar biasa di atas langit ujung barat yaitu sunset dengan sempurna karena Puncak Watu Goyang ini terletak persis menghadap dengan langsung ke arah barat.

Lokasi Watu Goyang

Lokasi Watu Goyang ini sudah lumayan mudah untuk dijangkau karena jalan menuju wisata alam tersebut sudah bagus dan layak untuk dilewati. Tetapi beberapa kilometer dari lokasi pengunjung akan bertemu dengan jalanan yang berbatu yang membuat sedikit susah untuk melewatinya. Perjalanan untuk ke puncak kurang lebih 10-15 menit dan cukup untuk menguras tenaga tetapi setelah di punjak pengunjung akan di hidangi pemandangan alam yang sangat indah.

Alamat dari Watu Goyang ini tepatnya berada di Dusun Cempluk, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Lokasi Watu Goyang ini lumayan dekat dengan pusat Kota Yogyakarta.

Harga Tiket dan Parkir Watu Goyang

Untuk masuk ke kawasan wisata Watu Goyang ini penunjung tidak dikenakan biaya berapapun alias gratis.

Sedangkan untuk biaya parkir kendaraan di Watu Goyang yaitu:

  1. Sepeda motor: Rp 3.000
  2. Mobil: Rp 7.000
  3. Minibus: Rp 15.000
  4. Bus: Rp 20.000

Fasilitas Watu Goyang

Fasilitas yang ada di Watu Goyang ini sudah lumayan lengkap berkat pembangunan dari pengelola, masyarakat setempat, dan juga pemerintah yaitu:

  1. Toilet umum
  2. Mushola
  3. Warung makan dan minum
  4. Gazebo
  5. Tempat parkir yang luas

7. Ayunan Langit Watu Jaran

Ayunan Langit Watu Jaran – Hampir sebagian besar dari kita pasti pernah bermain ayunan. Apalagi anak-anak, mereka biasanya snagat menyukai ayunan. Duduk di kursi sambil badan terayun-ayun rasanya memang menyenangkan ya? Namun apa jadinya jika ayunan yang kamu duduki ternyata berada di pinggir tebing yang berjarak cukup jauh dengan tanah? Wow pasti ngeri-ngeri sedap ya. Nah jika kamu ingin merasakan sensasi naik ayunan sambil uji adrenalin, kini kamu bisa datang ke Ayunan Langit Watu Jaran.

Tak beda jauh dengan sky wing Maribaya di Bandung yang sedang ngehits, Ayunan Langit Watu Jaran pun menawarkan sensasi bermain ayunan di awang-awang. Ayunan ini dibangun tepat di pinggir jurang. Nantinya, wisatawan akan duduk di kursi ayunan dan diayunkan di atas jurang tersebut. Kalau kamu phobia ketinggian atau punya riwayat jantung, sebaiknya tidak usah mencoba wahana ini.

hutan mangrove pasir kadilangu
wisata alam jogja
eksplore jogja
Navigasi Halaman
Foto Diambil dari explorewisata

Soal keamanan, kamu tak usah khawatir. Ayunan ini dibangun dari  baja sehingga tahan korosi. Bahkan ayunan ini mampu menanggung beban hingga 500 kg. Lagipula, siapapun yang akan naik ayunan ini wajib memakai seat harnest sebagai pengaman. Soal pengawasan pun cukup memadai, sebab pengelola tempat ini didampingi langsung oleh tim SAR Yogyakarta.

uji nyali
purwosari jogja gardu pandang kulon progo tiket masuk wisata purwosari 
 giri mulyo destinasi wisata tempat wisata
Foto Diambil dari Backpackejakarta

Andaikata kamu tidak memiliki nyali lebih untuk bermain ayunan, kamu tetap bisa menikmati keindahan alam di lokasi Ayunan Langit Watu Jaran. Di beberapa sudut tempat ini terdapat spot-spot foto yang menarik dengan latar Pegunungan Menoreh yang ijo royo-royo. Puas mengeksplorasi tempat ini, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke destinasi menarik lainnya seperti air terjun maupun Gua Kidang Kencono.

Lokasi Ayunan Langit Watu Jaran

Ayunan Langit Watu Jaran terletak di Dusun Sabrangkidul Rt 10/Rw 5, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo. Tempat wisata ini tak jauh dari Gua Kidang Kencono. Dari Yogyakarta, Ayunan Langit Watu Jarang bisa ditempuh sekitar 1 jam menggunakan kendaraan pribadi.

Jam Buka dan Tiket Masuk Ayunan Langit Watu Jaran

Tempat wisata yang menguji nyali ini buka setiap hari. Sebenarnya tidak ada jam buka resmi, namun untuk ayunannya sendiri beroperasi mulai pukul 07.00 – 17.00 WIB. Tiket masuk ke lokasi Ayunan Langit Watu Jaran sebesar Rp 10.000, termasuk ojek gratis dari parkiran. Sedangkan bagi wisatawan yang ingin menguji adrenalin dengan naik ayunan akan dikenai biaya tambahan sebesar Rp 20.000 untuk 5-10 menit berayun di gigir tebing.

Itulah beberapa tempat wisata di Yogyakarta yang artikelkerenidn wajib kamu kunjungi demi liburan yang seru. berada di ujung Pulau Jawa, akses transportasi ke Yogyakarta tidaklah susah. Beberapa moda transportasi yang bisa kamu pilih adalah pesawat terbang atau kereta api. Tunggu apa lagi? Segera rencanakan perjalanan ke Yogyakarta, juga pesan tiket dan akomodasi dari sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *